Instilling A Culture Of Modesty And Respect For The Opposite Sex Through Gender-Based Classroom Segregation Policies In Elementary Schools
DOI:
https://doi.org/10.51468/jpi.v8i1.1261Keywords:
Shame; Mutual respect; Class segregation; Gender; Elementary school.Abstract
Character education is a fundamental aspect in the formation of students' personalities in primary schools, especially in the midst of increasing social challenges such as sexual harassment and lack of respect between genders. Data from reports from the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KPPPA) and the Federation of Indonesian Teachers' Unions (FSGI) show an increase in cases of harassment and bullying among elementary school-age students, so preventive measures through appropriate educational policies are needed. This study aims to explore the effectiveness of gender-based classroom segregation policies in strengthening cultural values of shame and respect for the opposite sex as part of character education. A descriptive qualitative research approach was used with data collection through observation, in-depth interviews and documentation in elementary schools that have implemented this policy. The results show that gender-based classroom segregation contributes significantly in shaping students' character, particularly in internalizing shame and mutual respect between genders. In addition, this policy also has the potential to reduce the risk of sexual harassment behavior in the school environment. The implication of this research confirms the importance of a gender-based policy approach in supporting more effective character education in primary schools, as well as providing practical recommendations for the development of educational policies oriented towards strengthening social and moral values in educational institutions.
References
Aeni, A. N. (2014). Pendidikan Karakter untuk mahasiswa PGSD. UPi Press.
Akbar, A. R., & Krisiandi. (2023, October 3). 11 Siswa SD di Situbondo Sayat Tangan Sendiri, Terinspirasi Konten TikTok Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “11 Siswa SD di Situbondo Sayat Tangan Sendiri, Terinspirasi Konten TikTok.” Kompas.Com.
Alawi Abdelgader al Saggaf. (n.d.). al mausu’ah al haditsiyyah. dorar.net. Retrieved December 8, 2024, from https://dorar.net/hadith/search?q=%D8%A7%D9%84%D8%AD%D9%8A%D8%A7%D8%A1+%D8%B4%D8%B9%D8%A8%D8%A9&st=w&xclude=&rawi%5B%5D=
Amalia, R. B. (2019). Fenomena kenakalan peserta didik. Inspirasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 16(1).
Anugrahadi, A. (2023, November 2). Siswa SD di Tambun Di-Bully hingga Kakinya Diamputasi, Polisi: Kasus Naik ke Tahap Penyidikan. Liputan6.Com.
AR, Z. T., & Subaidi, S. (2019). Implementasi Segregasi Kelas Berbasis Gender Dalam Menaggulangi Interaksi Negatif Siswa Di SMP Al-Falah Ketintang Surabaya. Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 9(1), 30–43.
Aziizu, B. Y. A. (2015). Tujuan Besar Pendidikan Adalah Tindakan. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2). https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13540
Casmini, M. (2013). Pendidikan Segregasi Gender. Pustaka Pelajar.
Cipto, H. (2017). Tawuran Murid SD di Makassar karena Cinta Segitiga Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tawuran Murid SD di Makassar karena Cinta Segitiga. Kompas.com.
Fitriyani, N. (2019). Pengembangan media pembelajaran audio-visual powtoon tentang konsep diri dalam bimbingan kelompok untuk peserta didik Sekolah Dasar. Jurnal Tunas Bangsa, 6(1), 104–114.
Hakim, R. (2015). Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Pendidikan Berbasis Al-Quran. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2). https://doi.org/10.21831/jpk.v0i2.2788
Hasibuan, N., Pd, S. K., Th, M., Khasanah, U., Pd, M., Shofia, C., Alanur, N., & Pd, S. (2024). Transformasi Pendidikan Karakter: Menuju Sdm Unggul Dan Berkelanjutan (S. N. I. Trisnawati, Ed.; 1st ed.). Tahta Media Group.
Hendarman, H., Saryono, D., Supriyono, S., Kamdi, W., Sunaryo, S., Latipun, L., Winarsunu, T., Chamisijatin, L., Koesoema, D., & Indriyanto, B. (2018). Konsep dan pedoman penguatan pendidikan karakter tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan.
Hidayah, N., Febrianti, S., Virgianti, N. E., & Jadidah, I. T. (2023). Nilai Pendidikan Karakter Peserta Didik dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 4(3), 1948–1958. https://doi.org/10.54373/imeij.v4i3.448
Irmalia, S. (2020). Peran orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini. Jurnal El-Hamra: Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 5(1), 31–37.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak. (2024, January 1). Kasus Kekerasan Tahun 2024. Simfoni PPA. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
Kertamuda, M. A. (2015). Golden age-strategi sukses membentuk karakter emas pada anak. Elex Media Komputindo.
Kreitz-Sandberg, S. (2013). Gender inclusion and horizontal gender segregation: stakeholders’ strategies and dilemmas in Swedish teachers’ education. Gender and Education, 25(4), 444–465. https://doi.org/10.1080/09540253.2013.772566
Linda, F. K. R. (2020). Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sekolah Dasar. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 3(3), 2222–2226.
Mahendra, Y. (2019). Membangun Karakter Anak Usia Sekolah Dasar Melalui Keterampilan Berbicara. Edukasi Lingua Sastra, 17(1), 108–119. https://doi.org/10.47637/elsa.v17i1.111
Maisaroh, A. A., & Untari, S. (2024). Transformasi Pendidikan Karakter Melalui Kebijakan Pemerintah di Indonesia Menuju Generasi Emas 2045 Transformasi Pendidikan Karakter Melalui Kebijakan Pemerintah di Indonesia Menuju Generasi Emas 2045. Jurnal Kebijakan Pemerintah, 7(Jurnal Kebijakan Pemerintah). https://ejournal.ipdn.ac.id/JKP/article/view/4347
Malihah, E. (2014). Kenakalan Remaja Akibat Kelompok Pertemanan Siswa. Forum Ilmu Sosial, 41(1).
Maulana, F., & Supriyanto, A. (2020). Manfaat pendidikan terhadap perkembangan karakter mahasiswa di Universitas Negeri Malang. In seminar nasional arah manajemen sekolah pada masa dan pasca pandemi Covid-19.
Muhammad, N. (2024, December 3). Kasus Perundungan Sekolah Paling Banyak Terjadi di SD dan SMP hingga Agustus 2023. Katadata Media Network. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/2eed1c1a3b491f3/kasus-perundungan-sekolah-paling-banyak-terjadi-di-sd-dan-smp-hingga-agustus-2023
Mutmainnah, M. (2019). Lingkungan Dan Perkembangan Anak Usia Dini Dilihat Dari Perspektif Psikologi. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 5(2), 15. https://doi.org/10.22373/equality.v5i2.5586
Permadi, M. A. M., Syaban, W. K., Habibi, M. I., Purnama, F., & Ampera, S. (2026). The Dynamics Of Learning Difficulties Among Students At Islamic Boarding Schools In The Digital Age: Between Tradition And Technological Limitations. Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam,.
Abdulghani, N. A., & Sya'ban, W. K. (2026). Inter-Islamic Law Simulation in Education as an Effort to Build a Community Legal Culture. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner.
Nurfatimah, S. A., Hasna, S., & Rostika, D. (2022). Membangun Kualitas Pendidikan di Indonesia dalam Mewujudkan Program Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal Basicedu, 6(4), 6145–6154. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3183
Palunga, R., & Marzuki, M. (2017). Peran Guru Dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Depok Sleman. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1). https://doi.org/10.21831/jpk.v7i1.20858
Pebriana, P. H. (2017). Analisis Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.26
Supratman, L. P. (2019). Studi Kasus Tentang Smartphone Di Kalangan Anak-Anak. Dialektika, 6(1), 21–28.
Suryowati Estu. (2024, October 17). Mengkhawatirkan, Kasus Kekerasan di Sekolah Terus Meningkat, per Oktober 2024 Sudah Lampaui Rekor 2023. New Indonesia. https://www.new-indonesia.org/mengkhawatirkan-kasus-kekerasan-di-sekolah-terus-meningkat-per-oktober-2024-sudah-lampaui-rekor-2023/
Sutriyanti, N. K. (2016). Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Melalui Peran Orang Tua Dalam Keluarga. Jurnal Penjaminan Mutu, 2(1), 14. https://doi.org/10.25078/jpm.v2i1.57
Tanu, I. K. (2019). Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Agar Dapat Tumbuh Dan Berkembang Sebagai Generasi Bangsa Harapan Di Masa Depan. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 19. https://doi.org/10.25078/aw.v2i2.960
Triwiyanto Teguh. (2015). Buku-Manajemen-Kurikulum (1st ed.). PT Bumi Aksara.
Ulfatin, N. (2022). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Untari, S., Si Maisyaroh,M.Pd., Tutut Chusniyah, M., Si Meidi Saputra, M., & Herdrawan Nurcahyo SPd Ilham Choiri, S.Pd, Mp. (2020). Kolaborasi Tripusat Pendidikan Dalam Penataan Budaya Sekolah Berbasis Pembudayaan Nilai Pancasila Untuk Membangun Siswa Berkarakter Cv. Ae Media Grafika (E. Riyanto, Ed.; 1st ed.). CV. AE Media Grafika. www.aemediagrafika.com
Wahyudin, A. (2024). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural di SDN 27 Bengkulu Selatan. Ghaitsa Islamic Education Journal, 5(5). https://siducat.org/index.php/ghaitsa
Yanuarti, E. (2018). Pemikiran Pendidikan Ki. Hajar Dewantara Dan Relevansinya Dengan Kurikulum 13. Jurnal Penelitian, 11(2). https://doi.org/10.21043/jupe.v11i2.3489
Zubaidah, S. (2017). Keterampilan abad ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran. Seminar Nasional Pendidikan, 2(2), 1–17. https://www.researchgate.net/publication/318013627_Keterampilan_Abad_Ke-21_Keterampilan_Yang_Diajarkan_Melalui_Pembelajaran?enrichId=rgreq-b15da33e3182916c7a57c583bce4d829-XXX&enrichSource=Y292ZXJQYWdlOzMxODAxMzYyNztBUzo1MTA1MTg1NTkwODg2NDJAMTQ5ODcyODUxNzgwMg%3D%3D&el=1_x_2&_esc=publicationCoverPdf













