Innovative learning strategies in Islamic Religious Education at SMP Negeri 3 Lubuk Pakam
DOI:
https://doi.org/10.51468/jpi.v8i1.1604Keywords:
Innovative learning strategy, Islamic Religious Education, Qur’anic literacy, digital learningAbstract
Islamic Religious Education at the junior secondary school level plays an important role in shaping students’ Qur’anic literacy, understanding of worship, and religious character. However, the development of digital culture requires religious learning to be carried out through more creative, participatory, and contextual strategies so that the material does not remain limited to the cognitive aspect, but is also internalized in students’ religious behavior. This study aims to analyze the planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions to the obstacles in implementing innovative learning strategies in Islamic Religious Education at SMP Negeri 3 Lubuk Pakam. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, Islamic Religious Education teachers, and students as informants. Data analysis was carried out through data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data validity was tested through source and method triangulation. The results show that innovative learning strategies in Islamic Religious Education were implemented through the use of digital media, learning gamification, project-based learning, flipped classroom, blended learning, cooperative learning, and contextual approaches based on local culture. The implementation of these strategies gradually improved students’ learning interest, Qur’anic reading ability, understanding of worship, and the formation of morals and religious character. Supporting factors included school support, the use of digital technology, student enthusiasm, and teacher collaboration with the surrounding environment. Meanwhile, inhibiting factors included limited facilities and infrastructure, low digital literacy among some teachers, limited learning time, and the negative influence of social media. The solutions included teacher training, the use of simple digital-based learning media, strengthening collaboration between schools and parents, and implementing more creative, participatory, and contextual learning according to students’ needs in the digital era.
References
Abdurrahman, M. & Ismail. (2024). Konsep dasar bahan ajar PAI dan perannya dalam pembelajaran. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4).
Achru, P. A. (2019). Pengembangan minat belajar dalam pembelajaran. Jurnal Idaarah, 3(2), 205–215.
Aisyah, N. N., & Fitriatin, N. (2025). Krisis moral dan etika di kalangan generasi muda Indonesia dalam perspektif profesi guru. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, 5(1), 329–337. https://doi.org/10.53299/jppi.v5i1.908
Amrullah, A. N. J. (2024). Efektivitas kegiatan literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SMA Negeri 2 Pangkep. Jurnal Pendidikan Madrasah, 5(2), 101–112.
Anggraini. (2025). Technology integration in learning assessment: The technological pedagogical content knowledge (TPACK) model for developing digital competence. Pedagogik Journal of Islamiz Elementary School, 8(2).
Anwar, K., & Rahmawati, L. (2021). Analisis data kualitatif dalam penelitian pendidikan menggunakan model Miles dan Huberman. Jurnal Penelitian Pendidikan, 21(2), 85–96.
Arianto, B. (2024). Triangulasi metoda penelitian kualitatif. Borneo Novelty Publishing.
Asihani, Nurfathina, L. A., & Subandi. (2024). Konsep dasar supervisi pendidikan, ruang lingkup supervisi pendidikan, prinsip dan peranan supervisi pendidikan. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(6).
Ayuningsih, N. (2025). Implementasi model flipped classroom dan blended learning dalam pembelajaran berbasis teknologi digital. Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(1), 1–21.
Ballianie, S., Fadli, M., & Nurhadi. (2024). Tantangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital abad ke-21. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 9(1), 45–60.
Darise, N. G. (2021). Pendidikan Agama Islam dalam kontens Merdeka Belajar. Journal of Islamic Education: The Teacher of Civilization, 2(2).
Fadli, M. (2021). Digitalisasi pendidikan agama Islam: Tantangan dan peluang di era milenial. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 2(1), 11–24. https://doi.org/10.31538/tijie.v2i1.31
Fitria. (2023). Konsep pembelajaran pendidik agama Islam (PAI) di SD IT Permata Hati Palembang. Jurnal Manajemen dan Pendidikan, 2(8).
Gunarsih, T. (2023). Inovasi dan tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital. GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 3(1), 148–161.
Hadi, S. M., & Manshur, A. (2025). Tranformasi pembelajaran PAI di era digital: Strategi blended learning untuk meningkatkan kualitas pendidikan. SYMFONIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1).
Hamidah, Z. A. (2025). Peran kepala sekolah sebagai inovator pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1). https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.25116
Harimawan, H., Rahardjo, A. B., & Harianto, E. (2024). Inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam era industri 4.0. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 516–522.
Harmita, Sofiana, & Amin. (2022). Inovasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(5).
Harmono. (2025). Inovasi metode pembelajaran PAI dalam meningkatkan pemahaman siswa di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 347–359.
Hasanah, N. (2023). Strategi guru dalam mengatasi kesulitan hafalan bacaan shalat siswa madrasah. At-Taksis: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 77–88.
Herlina, L., Khafidah, W., Prawirosastro, C. L., Mukaromah, N., & Ilmita. (2025). Pendidikan Agama Islam di era digital. Yayasan Pendidikan Hidayatun Nihayah.
Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Makmun, S., Putri, M. R., Aprisal, W., Fadel, M., & Saleh, S. (2025). Membangun budaya moral yang positif di sekolah: Tinjauan tentang strategi, tantangan, dan dampaknya pada pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2).
Maulidin & Noviani. (2024). Implementasi metode pembelajaran inovatif dalam Pendidikan Agama Islam: Studi literatur sistematis. Jurnal Penelitian Multidispilin Terpadu, 8(10).
Nasution, W. N. (2017). Strategi pembelajaran. Perdana Publishing.
Nuha, M. (2025). Problematika peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 8(3), 442.
Pratiwi, I. (2024). Eksplorasi tahapan perkembangan moral siswa SMP dan implikasinya terhadap pembelajaran PAI. Jurnal Konseling Indonesia, 12(1), 55–67.
Putra, A., & Maulana, R. (2023). Implementasi analisis data interaktif Miles dan Huberman dalam penelitian inovasi pembelajaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 27(3), 301–312.
Rahman, A., & Hidayat, R. (2022). Pendekatan kualitatif dalam penelitian pendidikan Islam. Jurnal Edukasi Islami, 11(2), 203–215.
Rasita, I., & Ginting, N. (2023). Peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil sesuai dengan ilmu tajwid. Journal on Teacher Education, 4(3).
Rianti, R., & Setiawan, A. (2024). Inovasi pendekatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka di era Society 5.0. Samarinda International Journal of Islamic Studies, 1(1), 45–65. https://doi.org/10.64093/sijis.v1i1.32
Rizkiyah, A., Masfufah, & Abdul, B. A. (2025). Implementation of digital literacy-based Islamic Education (PAI) learning at SMA Al Muslim Sidoarjo. Yasin: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya, 5(1).
Saripuddin. (2024). Pandangan ilmu fikih dalam perspektif pendidikan Islam. CV. Literasi Nusantara Abadi.
Septi, A. (2024). Pemanfaatan teknologi digital dan flipped classroom dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era generasi Z. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 8(4), 507–519.
Setiawan & Zakiah. (2022). Konsep metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam. At Ta’lim: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam, 4(2).
Sihombing, R., Nasution, H., & Lubis, A. (2025). Manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(1), 22–38.
Siregar, S. A., & Lubis, M. A. A. (2025). Pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(12).
SMP Negeri 3 Lubuk Pakam. (2026). Profil sekolah, data siswa, sarana prasarana, dan dokumen pembelajaran SMP Negeri 3 Lubuk Pakam.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharsiwi, Fadhilah, N., & Farokhah, L. (2022). The use of audio-visual media in improving students’ reading comprehension and sholat movements in online learning. Journal of Educatio Technology, 6(1).
Syahrani, A. (2023). Analisis kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SMP Negeri 1 Tanjungsiang. Jurnal Kajian Islam dan Al-Qur’an Indonesia, 3(1), 56–67.
Syawarianto, A., Putri, R. D., & Hakim, L. (2025). Strategi pembelajaran adaptif dan inklusif dalam Pendidikan Agama Islam di sekolah heterogen. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Islam, 12(1), 1–15.
Tamam, Adawiyah, A., & Muadin. (2017). Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. FENOMENA, 9(1).
Widiastuti, Pujianti, & Setyaningsih. (2023). Internaliasi nilai-nilai keIslamana metode pembelajaran PAI. PT. Literasi Nusantara Abadi Group.
Yanti, S. K. A., Surkatiningsih, W., & Hendratno, H. (2024). Implementation of role playing learning methods on ethics and politeness of speaking in elementary schools. Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School, 8(2).
Yesnik, P. M., & Trisnawati, N. (2024). Pengaruh fasilitas belajar, kemandirian belajar, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa SMK. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 3081–3091.













